KLUBTEKNO.COM

Kabar Terkini Dunia IT, Gagdet, dan Teknologi

Inilah 3 Alasan Mengejutkan Kenapa Bersosial Media di Turki Bikin Was-Was Daripada di Indonesia

Foto: unsplash.com

KlubTekno.com – Inilah 3 Alasan Mengejutkan Kenapa Bersosial Media di Turki Bikin Was-Was Daripada di Indonesia 

Popularitas sosial media membuat netizen kini menggunakannya tak hanya sebagai sarana bersosialisasi. Namun juga menjadi media pengkritik pemerintah, seperti yang terjadi di banyak negara termasuk Indonesia dan Turki. Serupa dengan Indonesia, media sosial yang paling populer diakses di Turki adalah YouTube (55%) dan kemudian Facebook (53%), lalu disusul oleh WhatsApp (50%).

Hanya saja, sejak Erdogan berkuasa dari tahun 2003 sampai 2018 sebagai Perdana Menteri Turki, banyak kebijakannya, terutama menyoal masalah penggunaan dan pengguna sosial media yang dinilai cukup kontroversial. Dengan demikian, kini bersosial media di Turki bikin was-was warganya.

Berikut ini adalah alasan lengkap kenapa bersosial media di Turki tidak sebebas di Indonesia.

Diawasi ketat 

Turki adalah salah satu negara di Timur Tengah yang kerap menjadi incaran para pemberontak Kurdi dan juga kelompok Islam ekstrem seperti, ISIS. Melihat situasi seperti ini, Pemerintah Turki kemudian mewajibkan ada pengawasan ketat terhadap setiap Group atau Fanspage di Facebook. Tujuannya, agar dapat mematahkan jalur komunikasi para pengancam negara dan juga para pendukungnya.

Di Indonesia, walaupun ada pengawasan-pengawasan khusus, namun pemerintah tidak ingin terlalu masuk sampai dengan memonitor setiap akun pengguna ataupun menginvestigasi para netizen.

Akses dibatasi 

Untuk antisipasi teror tersebut, Pemerintah Turki kemudian memberlakukan status cekal terhadap 2 jejaring sosial terkenal dunia yang terkenal, yaitu Twitter dan Facebook. Walaupun, pihak juru bicara kepresidenan membantah bahwa mereka mengintervensi masalah internet dan penggunaannya. Akan tetapi pada kenyataannya, untuk menggunakan Twitter dan Facebook, harus memakai berbagai macam cara agar dapat mengaksesnya secara mudah.

Di Indonesia, Facebook dan Twitter juga termasuk 2 jejaring sosial yang tinggi penggunannya, namun aksesnya sampai sekarang masih sangat normal. Walaupun, sempat ada beberapa kejadian yang membuat Pemerintah Indonesia secara tegas mengancam akan menutup Facebook dan Twitter jika mereka tidak patuh pada aturan yang dibuat pemerintah.

Dilarang kritik pemerintah

Di bawah kepemimpinan Erdogan, seluruh jajaran di Pemerintahan Turki memberlakukan sanksi tegas kepada siapa saja yang melontarkan kritik kepada mereka. Baik melalui demonstrasi atau media sosial sebagai sarananya. Dengan aturan seperti itu, maka bersosial media di Turki bikin was-was semua orang, bahkan jika hanya untuk sekadar berinteraksi dengan rekan atau keluarga saja.

Terbukti, pada tahun 2013 saja ada puluhan orang yang akhirnya ditahan pihak kepolisian karena dianggap memprovokasi banyak orang dengan mengajak menggalang kekuatan untuk melengserkan Erdogan.

Kemudian, di akhir tahun 2016 lalu, ada lebih dari 10 ribu orang harus diperiksa polisi karena ditengarai menentang kepemerintahan Erdogan. Terakhir, pada bulan Juli 2018 kemarin, sudah ada 313 yang harus mendekam di penjara karena melontarkan kritikan tajam kepada Erdogan via media sosial.

Bagaimana Dengan Kebijakan Bersosial Media di Indonesia?

Tentunya larangan-larangan yang ada di Turki menjadi hal yang bertolak belakang dengan yang ada di Indonesia. Beruntunglah bagi warga Indonesia di mana kebebasan berpendapat masih tidak dibatasi, walau tidak 100% bebas. Sementara bersosial media di Turki bikin was-was dan menjadi tidak leluasa untuk melakukan apapun karena setiap gerakan selalu dipantau oleh Pemerintah.

Apakah kamu setuju jika di Indonesia dibuat peraturan seketat yang ada di Turki? Share di kolom komentar ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *