KLUBTEKNO.COM

Kabar Terkini Dunia IT, Gagdet, dan Teknologi

Bukan Sekadar Kacamata VR atau AR Saja, Magic Leap Gabungkan Dunia Nyata dan Dunia Virtual

Foto: siliconangle.com

KlubTekno.com – Bukan Sekadar Kacamata VR atau AR Saja, Magic Leap Gabungkan Dunia Nyata dan Dunia Virtual

Nampaknya era digital semakin canggih dan maju sekarang ini. Setelah ada Virtual Reality (VR), kemudian Augmented Reality (AR) dan sekarang ada Mixed Reality (MR). Untuk dua hal pertama, memang namanya cukup familiar, bahkan sebagian orang mungkin sudah pernah mencobanya. Namun, khusus untuk yang Mixed Reality, kabarnya kini baru dijual bebas di pasaran dan dinamakan Magic Leap.

Magic Leap adalah sebuah kacamata canggih dengan desain sedikit unik. Bentuknya tidak seperti kacamata VR atau AR pada umumnya. Melainkan mirip mata seekor serangga. Magic Leap ini merupakan kacamata yang menggunakan teknologi MR atau teknologi yang menggabungkan antara dunia nyata dan virtual secara langsung.

Lantas Apa Bedanya Dengan VR Dan AR? Untuk Menjawab Pertanyaan Tersebut, Berikut Perbedaan Antara VR, AR dan MR.

Virtual Reality

Virtual Reality adalah sebuah teknologi yang membuat penggunanya seakan sedang berada di suatu tempat sampai dengan melakukan suatu aktivitas. Tempat dan aktivitas tersebut merupakan simulasi yang diciptakan komputer dengan mengambil dasar lingkungan atau tempat sebenarnya. Kemudian, simulasi ini ditampilkan dalam bentuk virtual atau grafis tingkat tinggi.

Pengguna VR tidak akan bisa melihat ruangan tempat ia berdiri ketika menggunakan kacamata VR. Hal ini karena visualnya akan digantikan dengan apa yang diproyeksikan oleh alat VR. Ketika memakai kacamata VR, penggunanya akan merasa ada di dalam dunia imajinasi yang dibawakan oleh alat VR, misalnya tiba-tiba user merasa sedang di pantai, nonton konser, atau naik roller coaster.

Augmented Reality

Augmented Reality adalah sebuah teknologi kacamata yang menggabungkan antara realita dengan sebuah obyek dua dimensi atau tiga dimensi dan memproyeksikannya dalam waktu sebenarnya. Teknologi AR dapat diakses dan dilihat dengan menggunakan kacamata khusus atau melalui layar smartphone. 

Saat memakai alat AR, penggunanya tetap akan bisa melihat apa yang disekelilingnya. Namun, sebagian dari gambar yang muncul akan digantikan oleh apa yang ditampilkan oleh alat tersebut. Contohnya seperti Pokemon GO atau saat menggunakan filter di Snapchat.

Mixed Reality

Mixed Reality adalah sebuah teknologi yang menggabungkan antara VR dan AR yang dapat membuat penggunanya berinteraksi dengan benda-benda atau obyek virtual lainnya. Teknologi yang dikenal juga dengan istilah hybrid reality ini memang sekilas mirip dengan AR, namun secara keseluruhan dan fungsinya sangat berbeda.

Magic Leap Adalah Kacamata MR

Setelah melalui serangkaian uji coba dan pembenahan di segala bidang selama bertahun-tahun, akhirnya Magic Leap hadir sebagai pesaing kacamata-kacamata pintar lain seperti Google Glass, Oculus Rift, HTC Vive, Octagon sampai dengan Microsoft Hololens.

Dikatakan sebagai penantang karena memang kacamata canggih ini mampu membuat tampilan virtual menjadi seperti hidup layaknya di dunia nyata. Selain itu, sang pengguna pun dapat menggunakannya untuk berkomunikasi dan memindai sebuah informasi secara cepat.

Sedikit menjawab pertanyaan di poin pertama, tidak seperti teknologi AR yang diaplikasikan dalam sebuah game terkenal, Pokemon Go, Magic Leap ini lebih seperti proyektor yang akan memberikan penggunanya kebebasan dalam melihat sekeliling.

Terdapat beberapa kamera kecil pada kacamata satu ini yang berfungsi untuk memindai obyek dan memetakan ruangan. Setelah mendapatkan tampilan tersebut, kemudian photonics chip di dalamnya akan mengubah gambaran yang didapatkannya menjadi sebuah bentuk pemandangan khusus dalam format hologram yang dapat diterima oleh otak dan mata manusia. Ditambah lagi, kacamata satu ini menggunakan kartu grafis Nvidia Tegra X2 untuk meningkatkan kualitas tampilan visual.

Seperti halnya kacamata-kacamata VR atau AR, Magic Leap juga masih menggunakan alat kontrol yang dapat dibawa ke mana-mana oleh penggunanya. Selain dalam bentuk visual, pengembang Magic Leap juga menyematkan audio sistem yang menjadi sarana simulasi suara agar dapat diterima dan didengar telinga manusia.

Walaupun masih harus terhubung dengan perangkat komputer induk sebagai pusatnya, namun berbeda dengan kacamata VR atau AR, Magic Leap memiliki perangkat kecil yang portable dan dapat dibawa ke mana-mana secara mudah.

Kabarnya, Magic Leap sudah mulai dipasarkan, akan tetapi untuk sementara masih di kawasan Amerika Serikat saja. Belum diketahui kapan akan dirilis secara global dan juga berapa harga per satuannya. (da/ddr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *